Selasa, 27 Februari 2024

Tugas fisika

Nama:intan Aliya

Kelas:XII MIPA 1

Mapel:Fisika

Tanggal:28 Februari 2024


 Materi mengenai Inti Atom

Konten ini memuat materi pembelajaran yang akan dipelajari yaitu

a. Teori Atom

1) Model Atom Dalton

Setiap materi terdiri dari atas partikel-partikel yang sangat kecil dan

tak dapat dibagi-bagi, Demokritus menamakan bagian tersebut atom

(yang berasal dari bahasa yunani “atomos” yang berarti tidak dapat dibagi. Pada tahun 1803, Dalton menyatakan dua hal penting tentangt atom yaitu

a) Atom-atom suatu unsur semuanya serupa dan tidak dapat berubah

menjadi unsur lain. Misalnya atom perak tidak dapat berubah menjadi atom besi.

b) Dua atom atau lebih dari unsur-unsur berlainan dapat membentuk

suatu molekul. Misalnya, atom hidrohen dan atom oksigen

bersenyawa membentuk molekul air (H2O).

Kelemahan atom Dalton

Dari teori atom yang dikemukakan oleh Thomson, dapat diketahui

kelemahan dari teori Dalton yang menyatakan bahwa atom tidak dapat

dibagi lagi. Faktanya atom memiliki komponen penyusun yaitu

muatan positif dan muatan negatif.

2) Model Atom Thomson

J.J. Thomson tahun 1898 mengusulkan bahwa atom merupakan bola padat dengan muatan-muatan listrik positif tersebar merata di seluruh

bagian bola, muatan-muatan positif ini dinetralkan oleh elektronelektron bermuatan negatif yang melekat pada bola seragam

bermuatan positif tersebut, seperti kismis yang melekat pada sebuah

kue. Gambar model atom Thomson dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 2. Model Atom Thomson

Kelemahan atom Thomson

Bertentangan dengan eksperimen Rutherford, yaitu tentang hamburan

sinar alfa di mana muatan positif tidak menyebar merata, namun

terkumpul menjadi satu di tengah atom yang disebut inti atom.

3) Model Atom Eksperimen Rutherford

Pada tahun 1911, Geiger dan Marsden melakukan eksperimen klasik,

atas usulan Ernest Rutherford, mereka memakai partikel alfa cepat

sebagai bahan penyelidikan. Gambar eksperimen hambura

Rutherford dapat dilihat pada gambar 3.

Gambar 3. Eksperimen Hamburan Rutherford

Pada eksperimen tersebut Geiger dan Marsden mendapatkan bahwa

banyak partikel yang muncul dari selaput logam dengan deviasi


(penyimpangan) kurang dari 1o


, tetapi beberapa terhambur dengan


sudut yang sangat besar. Bahkan sebagian kecil terhambur dengan


arah yang berlawanan dengan arah semula. Seperti yang dinyatakan


oleh Rutherford “sangat mengejutkan seperti kita menembakkan


peluru 15 inci pada kertas tipis dan peluru itu terpental balik mengenai


kita”.


Karena partikel alfa relatif berat (sekitar 7000 kali lebih massif dari


elektron) dan partikel yang dipakai dalam eksperimen ini memiliki


kecepatan tinggi (biasanya sekitar 2 x 107 m/s), jelaslah bahwa


terdapat gaya yang kuat beraksi pada partikel itu supaya terjadi.


defleksi sebesar itu. Satu-satunya model yang didapatkan Rutherford


yang bisa menerangkan hasil itu ialah model yang terdiri inti kecil


yang bermuatan positif yang merupakan tempat terkonsentrasinya


hampir seluruh massa atom dengan elektron-elektronnya terdapat pada


jarak yang agak jauh seperti dalam Gambar 4. Dengan memandang


sebuah atom sebagai sesuatu yang terdiri dari bagian besar ruang


hampa, dengan mudah mengapa sebagian partikel alfa menembus


selaput logam itu. Namun bila partikel alfa mendekati inti partikel itu


akan mengalami medan listrik yang kuat dan mempunyai peluang


besar untuk dihambur dengan sudut yang besar. Elektron atom


tersebut yang sangat ringan hampir tidak mempengaruhi gerak partikel


alfa yang datang.


Gambar 4. Model Atom Rutherford


Kelemahan dari teori atom Rutherford


ketidakmampuannya menjelaskan terjadinya spektrum garis atom


hidrogen dan tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke


dalam inti atom. Pada postulat Bohr mampu menjelaskan mengapa


elektron tidak jatuh ke inti yaitu karena Elektron atomik dapat


melompat dari suatu orbit ke orbit lainnya jika elektron itu


memancarkan atau menyerap foton


4) Spektrum Atom Hidogen


Pada tahun 1885, J.J. Balmer mendapatkan deret spektral pertama


ketika mempelajari bagian tampak dari spektrum hidrogen.

Rumus Balmer untuk panjang gelombang yaitu:




Deret balmer hanya berisi panjang gelombang pada bagian tampak

dari spektrum hidrogen. Garis spektral hidrogen dalam daerah ultra

ungu (Ultraviolet) dari inframerah jatuh pada deret lain. Dalam daerah

ultra ungu terdapat deret Lyman yang mengandung panjang

gelombang yang ditentukan oleh rumus





Dalam daerah inframerah, didapatkan tiga deret spektral yang garis

komponennya memiliki panjang gelombang yang ditentukan oleh

rumus

Paschen






5) Model Atom Bohr

Berdasarkan model atom Rutherford, Bohr mengambil anggapan

revolusioner yang mencampurkan konsep klasik dengan konsep kuantum

a) Elektron atomik dapat mengelilingi inti tanpa memancarkan

gelombang elektromagnetik hanya jika berada pada orbit yang

momentum sudutnya merupakan kelipatan dari

. (Sewindu

kemudian de Broglie mengemukakan penjelasan mengenai

anggapan kuantisasi momentum sudut ini dengan memakai

bilangan gelombang elektron yang bergerak).

b) Elektron atomik melompat dari suatu orbit ke orbit lainnya jika

elektron itu memancarkan atau menyerap foton.

Panjang gelombang elektron dalam atom yaitu



Orbit elektron dalam atom hidrogen sesuai dengan satu gelombang

elektron yang titik ujung pangkalnya dihubungkan. Dengan

menganggap perilaku gelombang elektron dalam atom hidrogen

serupa dengan vibrasi sosok kawat , dapat diambil postulat bahwa

sebuah elektron dapat mengelilingi inti hanya dalam orbit yang

mengandung bilangan bulat kali panjang gelombang de Broglie.

Syarat bahwa orbit elektron mengandung kelipatan bilangan bulat

panjang gelombang de Broglie. Keliling orbit lingkaran berjari-jari r

ialah 2 , jadi dapat kita tuliskan syarat kemantapan orbit sebagai

berikut:

= 2

= 1, 2, 3,











b. Inti Atom


1) Penyusun atom


Atom tersusun atas inti atom dan dikelilingi elektron-elektron yang


tersebar dalam kulit-kulitnya.


Tabel 1. Penyusun Inti Atom






Sebagian besar atom terdiri dari ruang hampa yang di dalamnya


terdapat inti yang sangat kecil di mana massa dan muatan positifnya


dipusatkan dan dikelilingi oleh elektron-elektron yang bermuatan


negatif. Inti atom tersusun atas sejumlah proton dan neutron.


Jumlah proton dalam inti atom menentukan muatan inti atom,


sedangkan massa inti ditentukan oleh banyaknya proton dan neutron.


Selanjutnya ketiga partikel subatom (proton, neutron, dan elektron)


dengan kombinasi tertentu membentuk atom suatu unsur yang


lambangnya dapat dituliskan:







X : lambang suatu unsur (unsur, partikel)


Z : nomor atom (jumlah proton dan elektron)


A : nomor massa (jumlah proton+neutron)


Jumlah neutron dalam suatu atom sama dengan selisih antara nomor


massa dan nomor atom, atau dapat ditulis









Isotop didefinisikan sebagai nuklida-nuklida dengan jumlah proton


sama tetapi jumlah neutron berbeda. Contoh : Ne dan Ne.


Isobar didefinisikan sebagai nuklida-nuklida dengan jumlah nukleon


sama tetapi jumlah proton berbeda. Contoh : H dan H.


Isoton didefinisikan sebagai nuklida-nuklida dengan jumlah neutron


sama. Contoh : He dan H.


2) Kestabilan Inti


Inti ringan stabil jika N = Z, Inti berat sangat stabil ketika N>Z.


Semakin besar jumlah proton, gaya tolak Coulomb semakin besar


akibatnya diperlukan lebih banyak nukleon agar inti tetap stabil. Tidak


ada inti stabil ketika Z > 83. Gambar grafik kestabilan inti dapat


dilihat pada gambar di bawah ini.






c. Radioaktivitas

1) Jenis-Jenis Sinar Radioaktif

Ada tiga jenis sinar radioaktif yaitu

a) Sinar alfa adalah sinar yang dipancarkan oleh unsur radioaktif.

Sinar alpha terdiri atas dua proton dan dua neutron. Sinar alfa

yang dipancarkan oleh bahan radioaktif dihentikan oleh selembar

kertas tipis. Sinar alfa dibelokkan dalam pengaruh medan magnet,

hal ini karena sinar alfa bermuatan positif.

b) Sinar beta merupakan elektron berenergi tinggi yang berasal dari

inti atom. Sinar beta mampu menembus kertas tipis, namun dapat

dihentikan oleh pelat alumunium. Sinar beta dibelokkan dalam

pengaruh medan magnet, hal ini karena sinar beta bermuatan

negatif.

c) Sinar gamma adalah radiasi gelombang elektromagnetik yang

terpancar dari inti atom dengan energi yang sangat tinggi yang

tidak memiliki massa maupun muatan.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laporan projek

        Laporan digital marketing kewirausahaan Kelompok 3 Susilawati Intan Aliya Eneng Nisrina  Rovi Dayanti  Luthfi Shofa Sahara Muhammad ...